View First Unread
Sabtu, 29 April 2017 | 10:39:33
# 1
rivai
Member
image 115 x 115

Sejarah Singkat Kota Surakarta

Sejarah Singkat Kota Surakarta

Narasi berawal saat Sunan Pakubuwana II memerintahkan Tumenggung Honggowongso serta Tumenggung Mangkuyudo dan Komandan pasukan Belanda J. A. B Van Hohenndorff untuk mencari tempat ibukota kerajaan Mataram Islam yang baru. Sesudah memperhitungkan aspek fisik serta non-fisik pada akhirnya terpilihlah satu desa di pinggir Sungai Bengawan yang bernama desa Sala (1746 Masehi atau 1671 Jawa). Mulai sejak waktu itu desa Sala beralih jadi Surakarta Hadiningrat serta selalu berkembang cepat. 

Kota Surakarta pada awalnya yaitu lokasi kerajaan Mataram. Kota ini bahkan juga pernah jadi pusat pemerintahan Mataram. Karna ada Kesepakatan Giyanti (13 Februari 1755) mengakibatkan Mataram Islam terpecah karna propaganda kolonialisme Belanda. Lalu berlangsung pemecahan pusat pemerintahan jadi dua yakni pusat pemerintahan di Surakarta serta Yogyakarta. Pemerintahan di Surakarta terpecah lagi karna Kesepakatan Salatiga (1767) jadi Kasunanan serta Mangkunegaran. Umroh Solo.

Pada th. 1742, beberapa orang Tionghoa memberontak serta melawan kekuasaan Pakubuwana II yang bertahta di Kartasura hingga Keraton Kartasura hancur serta Pakubuwana II menyingkir ke Ponorogo, Jawa Timur. Dengan Pertolongan VOC pemberontakan itu sukses ditumpas serta Kartasura sukses diambil kembali. Sebagai ganti ibukota kerajaan yang sudah hancur jadi didirikanlah Keraton Baru di Surakarta 20 km ke arah selatan timur dari Kartasura pada 18 Februari 1745. Momen ini lalu dikira sebagai titik awal didirikannya kraton Kasunanan Surakarta. 

Pemberian nama Surakarta Hadiningrat ikuti perasaan leluhur, kalau Kerajaan Mataram yang berpusat di Karta, lalu ke Pleret, lantas geser ke Wanakarta, yang lalu dirubah namanya jadi Kartasura. Surakarta Hadiningrat bermakna harapan bakal terwujudnya negara yang tata tentrem karta raharja (teratur teratur aman serta damai), dan mesti dibarengi dengan kemauan serta keberanian hadapi semua halangan yang menghadang (sura) untuk wujudkan kehidupan dunia yang indah (Hadiningrat). Dengan hal tersebut, kata “Karta” ditampilkan kembali sebagai bentuk permintaan barokah dari beberapa leluhur pendahulu serta pendirian kerajaan Mataram. Jual Green Coffee

Histori nama kota Solo sendiri karena daerah ini dulu banyak ditumbuhi tanaman pohon Sala (semacam pohon pinus) seperti yang tercatat dalam serat Babad Sengkala yang disimpan di Sana Budaya Yogyakarta. Sala datang dari bhs Jawa asli (lafal bhs jawa : Solo) Selanjutnya beberapa orang mengenalnya dengan nama Kota Solo.